Thursday, November 14, 2013

ADA LAGI SYIAH NI RUPANYER!!!..


KUALA LUMPUR – Syiah yang kini dipercayai mempunyai sekitar 300,000 pengikut di negara ini dipercayai didalangi oleh Yahudi yang mempunyai agenda berterusan untuk memecahbelahkan umat Islam di seluruh dunia.

Pengerusi Akidah, Majlis Agama Islam Negeri Sembilan (Mains), Datuk Syeikh Muhammad Fuad Kamaludin berkata, Malaysia antara negara yang menjadi sasaran gerakan itu sejak 40 tahun lalu. Katanya, rancangan itu bagaimanapun gagal kerana keberkesanan kepemimpinan negara melaksanakan pentadbiran berlandaskan prinsip keharmonian sejagat.

“40 tahun lalu, ada pengikut Syiah datang berhujah di maktab perguruan Islam dan memberi buku kepada mahasiswa bertujuan untuk mengembangkan fahaman mereka tetapi tidak berjaya. ALLAH masih selamatkan negara kita,” katanya pada Seminar

Kefahaman Islam yang bertajuk ‘Fenomena Syiah - Mencari Kesimpulan antara Benar atau Salah’ di Dewan Serbaguna, Masjid Wilayah Persekutuan di sini, kelmarin.. - SinarHarian


Nampaknyer masalah Syiah ni masih lagi belum reda-reda..  walaupun dah berbuih mulut bercakap dan menasihat.. dan berpuluh-puluh ceramah.. kempen serta wacana diadakan.. namun masih jugak ada lagi manusia-manusia sengal yang terpengaruh.. gua pun tak tau.. mungkin diorang dapat habuan kahwin mutaah kut.. tu yang diorang beria-ria tu..

Dan sebagai penambahan ilmu kita tentang si Syiah ini.. apakata kita berkongsi sebuah artikal yang gua petik dari Hakekat.com tentang golongan ni.. gua harap ia dapat memberi sedikit manfaat kepada kita semua akan bahayanyer si Syiah ni.. yang menariknyer ialah Hakekat.com berhujah dengan menggunakan hadis serta petikan ayat-ayat dari kita Syiah itu sendiri beserta dengan nombor halaman dan jilidnya.. lagi pun bukan semua dari kita pernah atau dapat membaca kitab-kitab Syiah ni..

Tapi sayangnyer laman web tidak aktif dan telah ditutup.. tak tau ler gua apa sebab dan puncanyer... okey tarik nafas panjang kerana artikel ni agak panjang sikit.. dan selamat membaca semoga bermanfaat..

Sumber Ajaran Syiah

Sebenarnya dari mana sih umat syiah mengambil ajaran agamanya? Mengapa kita sering mendengar kawan-kawan syiah berdalil dari Shahih Bukhari?

Sebagaimana Ahlussunah memiliki kitab hadits yang berasal dari Nabi, maka sebagai mazhab, syiah harus memiliki kitab-kitab yang berisi sabda para imam ahlulbait mereka yang wajib diikuti bagi penganut syiah. Lalu mengapa syiah mengemukakan dalil dari kitab-kitab hadits sunni seperti shahih Bukhari dan Muslim? Mereka menggunakan hadits-hadits itu dalam rangka mendebat ahlussunah, bukan karena beriman pada isi hadits itu. Lalu apa saja rujukan syiah Imamiyah?

Syiah Imamiyah menganggap sabda 12 imam ahlulbait sebagai ajaran yang wajib diikuti, ini sesuai dengan ajaran mereka yang menganggap 12 imam ahlulbait sebagai penerus risalah Nabi. Sabda-sabda tersebut tercantum dalam kitab-kitab syiah, namun sayangnya kitab-kitab itu tidak begitu dikenal atau tepatnya sengaja tidak disebarluaskan oleh penganut syiah di Nusantara. Insya Allah kami akan memudahkan pembaca untuk mendownload sebagian kitab rujukan mereka yang memuat sabda-sabda para imam ahlulbait.

Tapi pembaca pasti penasaran untuk membaca sabda ahlulbait, karena salah satu murid Imam Ja’far As Shadiq yang bernama Zurarah mengatakan dalam sebuah riwayat dari Al Kisyi yang meriwayatkan dalam bukunya Rijalul Kisyi dengan sanadnya dari Muhammad bin Ziyad bin Abi Umair dari Ali bin Atiyyah bahwa Zurarah berkata: jika aku menceritakan seluruh yang kudengar dari Abu Abdillah (Ja’far Asshadiq) maka laki-laki yang mendengar perkataan Imam Ja’far pasti akan berdiri kemaluannya. Rijalul Kisyi hal 134 (kira-kira cerita apa yang dibawa oleh Imam Ja’far sehingga membuat kemaluan berdiri?)

Sedangkan umat syiah mengatakan bahwa para imam mendapat ajaran dari imam sebelumnya yang mendapatkan ajaran dari Nabi. Juga umat syiah mengajarkan bahwa ajaran para imam harus diikuti. Tapi ternyata imam yang satu ini suka mengajarkan cerita-cerita yang membuat kemaluan berdiri. Jangan-jangan ajaran di atas sudah disensor. Lalu bagaimana hukum menyensor ajaran ahlulbait yang wajib diikuti?

Literatur syiah yang dianggap sebagai literatur utama yang memuat riwayat sabda ahlulbait ada 8 kitab utama, ulama mereka menyebutnya dengan sebutan “al jawami’ ats tsamaniah” (kitab kumpulan yang delapan) ini sesuai dengan yang tercantum dalam kitab Muftahul Kutub Al Arba’ah jilid 1 hal 5 dan A’yanus Syiah jilid 1 hal 288.

Dalam makalahnya yang berjudul metode praktis untuk pendekatan sunnah syiah (dimuat dalam masalah Risalatus Islam, juga dimuat bersama makalah lain yang diambil dari majalah yang sama dengan judul “persatuan islam” hal 233, Muhammad Shaleh Al Ha’iri mengatakan: kitab shahih imamiyah ada delapan, empat di antaranya di tulis oleh tiga orang yang bernama Muhammad yang hidup terdahulu, tiga lagi ditulis oleh tiga orang yang bernama Muhammad yang hidup setelah tiga yang pertama, yang kedelapan ditulis oleh Al Husein Nuri Thabrasi.

Kitab pertama dan yang tershahih di antara delapan kitab di atas adalah Al Kafi. Ini seperti disebutkan dalam kitab Adz Dzari’ah jilid 17 hal 245, Mustadrak Al Wasa’il jilid 3 ha 432, Wasa’il Asy Syi’ah jilid 20 hal 71. kitab-kitab di atas menyebutkan bahwa kitab Al Kafi adalah kitab yang tershahih dari empat kitab utama mereka, karena kitab Al Kafi ditulis pada era Ghaibah Sughra, yang mana saat itu masih mungkin untuk mengecek validitas riwayat yang ada dalam kitab itu. karena pada era Ghaibah Sughra Imam Mahdi masih dapat dihubungi melalui “duta yang empat” yang dapat berhubungan dengan Imam Mahdi dan menerima seperlima bagian dari harta syiah.

Jumlah riwayat kitab Al Kafi ada 16099, seperti diterangkan dalam kitab A’yanus Syi’ah jilid 1 hal 280. Kitab Al Kafi dijelaskan oleh para Ulama Syi’ah, di antaranya adalah Al Majlisi –penulis Biharul Anwar- yang menulis penjelasan kitab Al Kafi dan diberi judul Mir’aatul Uquul. Dalam kitabnya itu Majlisi juga menilai validitas hadits Al Kafi, di antara hadits yang dianggapnya shahih adalah hadits yang menerangkan bahwa Al Qur’an telah diubah.

Berikut terjemahan nukilan dari Mir’atul Uqul: Abu Abdillah berkata: “Al Qur’an yang diturunkan Jibril kepada Muhammad adalah 17 ribu ayat”. Al Kafi jilid 2 hal 463. Muhammad Baqir Al Majlisi berkata bahwa riwayat ini adalah muwathaqah. Lihat di Mir’atul Uqul jilid 2 hal 525.

Begitu juga ada kitab lain yang berisi penjelasan riwayat Al Kafi, yaitu Syarh Jami’ yang ditulis oleh Al Mazindarani begitu juga terdapat kitab yang berjudul As Syafi fi Syarhi Ushulil Kafi, ada lagi kitab yang judulnya At Ta’liqah Ala Kitabil Kafi yang ditulis oleh Muhammad Baqir Al Husaini, tapi hanya menjelaskan sampai Kitabul Hujjah saja. Ada lagi kitab Al Hasyiyah Ala Ushulil Kafi karangan Rafi’uddin Muhammad bin Haidar An Na’ini, juga Badruddin bin Ahmad Al Husaini Al Amili.

Kitab kedua adalah Man la Yahdhuruhul Faqih yang ditulis oleh Muhammad bin Babawaih Al Qummi, yang juga dikenal dengan sebutan As Shaduq, keterangan mengenai kitab ini adapat dilihat dalam kitab Raudhatul Jannat jilid 6 hal 230-237, A’yanus Syi’ah jilid 1 hal 280, juga dalam Muqaddimah kitab Man La Yahdhuruhul Faqih, kitab ini memuat 176 bab, yang pertama adalah bab Thaharah dan ditutup dengan bab Nawadir. Kitab ini memuat 9044 riwayat.

Disebutkan dalam pengantar bahwa penulisnya sengaja menghapus sanad dari setiap riwayat agar tidak terlalu memperbanyak isi kitab, juga disebutkan bahwa penulisnya mengambil riwayat untuk ditulis dalam buku ini dari kitab-kitab yang terkenal dan dapat diandalkan, penulis hanya mencantumkan riwayat yang diyakini validitasnya. Ditambah lagi dengan kitab Tahdzibul Ahkam, keterangan mengenai kitab ini dapat ditemui dalam kitab mustadrakul wasa’il jilid 4 hal 719, kitab adzari’ah jilid 4 hal 504, juga dalam pengantar tahdzibul ahkam sendiri. Kitab ini ditulis untuk memecahkan kontradiksi yang terjadi pada banyak sekali riwayat syiah, kitab ini berisi 393 bab. Mengenai jumlah haditsnya akan kita bahas kemudian.

Begitu juga kitab Al Istibshar, yang terdiri dari tiga jilid, dua jilid memuat bab ibadah, sementara pembahasan fiqih lainnya dicantumkan pada jilid ketiga. Kitab ini memuat 393 bab, dalam kitabnya ini penulis hanya mencantumkan 5511 hadits dan mengatakan: saya membatasinya supaya tidak terjadi tambahan maupun pengurangan. Sementara dalam kitab Adz Dzari’ah ila Tashanifisy Syi’ah disebutkan bahwa jumlah haditsnya ada 6531, berbeda dengan penuturan penulisnya sendiri.

Silahkan dirujuk ke Ad Dzari’ah jilid 2 hal 14, A’yanus Syi’ah jilid 1 hal 280, pengantar Al Istibshar, tulisan Hasan Al Khurasan. Kedua kitab di atas – Tahdzibul Ahkam dan Al Istibshar- adalah karya ulama tersohor syiah yang bergelar “ Syaikhut Tha’ifah” yaitu Abu Ja’far Muhamamd bin Hasan Al Thusi (wafat 360 H). Al Faidh Al Kasyani dalam Al Wafi jilid 1 hal 11 mengatakan: seluruh hukum syar’i hari ini berporos pada empat kitab pokok, yang seluruh riwayat yang ada di dalamnya dianggap shahih oleh penulisnya.

Agho Barzak Tahrani – salah satu mujtahid syiah masa kini- mengatakan dalam kitab Adz Dzari’ah jilid 2 hal 14: empat kitab ditambah dengan kitab kumpulan hadits adalah dasar bagi hukum syar’I hingga saat ini. Pada abad 11 Hijriah para ulama syiah menyusun beberapa kitab, empat di antaranya disebut oleh ulama syiah hari ini dengan: Al Majami’ Al Arba’ah Al Mutaakhirah” (empat kitab kumpulan hadits belakangan); empat kitab itu adalah: Al Wafi yang disusun oleh Muhamad bin Murtadha yang dikenal dengan julukan Mulla Muhsin Al Faidh Al Kasyani –wafat tahun 1091 H– terdiri dari tiga jilid tebal, dicetak di Iran, memuat 273 bab. Muhammad Bahrul Ulum mengatakan bahwa kitab Al Wafi memuat 50 000 hadits (lihat footnoote kitab Lu’lu’atul Bahrain hal 122) sementara Muhsin Al Amin mengatakan bahwa Al Wafi memuat 44244 hadits, bisa dilihat dalam A’yanus Syi’ah.

Lalu kitab Biharul Anwar Al Jami’ah Li Durar Akhbar Aimmatil At-har karya Muhammad Baqir Al Majlisi –wafat tahun 1110 atau 1111 H-. Ulama syiah menyatakan bahwa Biharul Anwar adalah kitab terbesar yang memuat hadits dari kitab-kitab rujukan syiah, bisa dilihat keterangan mengenai kitab ini dalam Adz Dzari’ah jilid 3 hal 27, juga A’yanus Syi’ah jilid 1 hal 293. selain itu juga ada kitab wasa’ilus syi’ah ila tahsil masa’ilisy syari’ah yang disusun oleh Muhammad bin Hasan Al Hurr Al Amili, yang dianggap sebagai kitab terlengkap yang memuat hadits hukum fiqih bagi syiah imamiyah.

Dalam kitab ini terkumpul riwayat dari kitab empat utama dan ditambah dengan riwayat lain dari kitab-kitab lain yang dianggap sebagai rujukan, yangkonon jumlahnya mencapai tujuh puluh kitab-seperti dikatakan oleh penulis kitab Adz Dzari’ah. Tetapi Syirazi dalam pengantar kitab wasa’il menyebutkan jumlah kitab yang menjadi rujukan adalah 180 kitab lebih, Al Hurr Al Amili menyebutkan judul-judul kitab yang menjadi rujukannya yang berjumlah lebih dari delapan puluh kitab, dia juga menyebutkan bahwa dia mengambil rujukan dari kitab-kitab selain yang telah disebutkan, tetapi dia merujuknya dengan perantaraan nukilan kitab lain. Silahkan merujuk pada Muqaddimatul Wasa’il yang situlis oleh Asyirazi, begitu juga A’yanus Syi’ah jilid 1 hal 292-293, Adz Dzari’ah jilid 4 hal 352-353, Wasa’ilusy Syi’ah jilid 1 hal 408, jilid 20 hal 36-49.

Lalu kitab mustadrakul wasa’il wa mustanbtul masa’il yang disusun oleh Husein Nuri Thabrasi –wafat 1320 H-. Agho Barzak Tahrani mengatakan: kitab mustadrak wasa’il menjadi seperti kitab kumpulan hadits lainnya yang harus ditelaah dan dijadikan rujukan oleh para mujtahid dalam memutuskan hukum syareat, kebanyakan ulama kami saat ini tunduk mengikuti kitab itu. Lihat kitab Adz Dzari’ah jilid 2 hal 110-111. lalu Agho Barzak memperkuat pernyataannya dengan nukilan dari ulama-ulama syiah yang menjadikan kitab mustadrak wasa’il sebagai rujukan utama mereka. Adz Dzari’ah jilid 2 hal 111.

Jika pembaca merasa pernah mendengar nama Nuri Thabrasi, dia adalah penyusun kitab Fashlul Khitab fi Itsbati Tahriifi Kitaabi Rabbil Arbab – pemutus perkara, pembuktian bahwa kitab Tuhan telah dirubah-, kitab itu menyebutkan dalil-dalil yang memperkuat pendapat bahwa Al Qur’an yang ada hari ini telah diselewengkan dan diubah oleh “tangan-tangan kotor”. Dalam muqaddimah mustadrakul wasa’il, Agha Barzak Tahrani mengatakan : Dia adalah salah seorang imam ahli hadits dan rijalul hadits di masa ini, termasuk jajaran ulama besar syiah dan ulama besar islam di abad ini.

Bagaimana orang yang tidak beriman pada Al Qur’an menjadi ulama besar syiah? Pada pengantar mustadrak wasa’il, Agha Barzak Thrani mengatakan bahwa salah satu karya Husein Nuri Thabrasi adalah kitab Fashlul Khitab... - http://hakekat.com

* Dan jika korang berminat nak membaca tentang tragedi Karbala yang menjadi salah satu acara penting bagi para penganut Syiah pun boleh le layan http://hakekat.com/content/view/139/1/

Gilo ker apo!!.. kalau nak menunjukkan rasa sedih tahap gaban pun jangan ler buat kerja gilo.. siap mandi lumpur bagai..

 
Daripada korang belasah badan korang sampai berdarah-darah.. baik korang terjun lombong jer.. atau paling tidak panggil jer ahli gusti lanyak korang.. haa!! baru korang tau dianyer azab..

Wednesday, November 6, 2013

NAK BELA LEMBU KAMBING PUN SUSAH..


GEMENCHEH – Seorang penternak lembu dan kambing tertekan apabila diarah berpindah oleh pihak pengurusan Felda Bukit Jalor (FBJ) pada Julai lalu, memandangkan tapak tanah ternakan itu bakal dibangunkan untuk Projek Perumahan Generasi Baharu Felda (PGBF).

Penternak berkenaan, Zainal Zainuddin, 51, berkata, dia telah menerima surat rasmi oleh pihak Felda pada 10 Julai lalu mengarahkannya untuk mengosongkan tapak sebelum 15 Ogos.

Namun menurutnya, dia tidak mempunyai modal untuk memindahkan semua ternakannya ke lokasi yang disediakan pihak Felda memandangkan kos diperlukan untuk memindahkan kesemua 50 kambing dan lembu menelan kira-kira RM5,000.

"Jadi pada 17 Oktober lalu, saya meminta jasa baik pihak kontraktor membantu membuka kandang serta mengangkat barangan ke lot tanah lain.... - SinarHarian


Itu la dia... ada orang tak pernah-pernah jaga lembu tetiba sedap-sedap dapat duit rakyat beratus juta.. dah tu senang-senang dapat tanah beratus hektar yang kononnyer nak bela lembu ler... kambing ler.. kuda ler.. itik serati ler.. arnab ler.. tapi satu hasil pun gua tak nampak.. semua lingkup.. sedangkan orang kampung gua nak bela lembu kambing pun bukan main susah.. kena hambat sana-sini.. dah macam orang pelarian plak rasanyer gua tengok..

Adoii!! tu yang gua maleh nak cakap... buat sakit hati jer.. gua harap pak-pak menteri kito tu berpikir ler sikit.. sesekali tu gunakan la otak tu.. jangan asyik disimpan jer dalam almari buat hiasan.. daripada korang bagi tanah ladang NFC kat anak-beranak Kak Ijat.. baik korang bagi ladang tu kat Abang Jenal kita ni.. ado gak hasil... paling tidak ada gak lembu kambing 50 ekor.. dan bleh gak gua hantar kuda lumba gua si Bulat meragut kat situ..

Kalau korang nak tau FBJ ker NFC Gemas tu bukan jauh sangat pun.. kalau bawak motor tak sempat masuk gear tiga dah sampai.. kalau bawak ferari lagi la cepat.. mungkin ini yang dikatakan beruk mat yeh kat kondo di susukan anak sendiri kat pondok buruk dibiarkan melingkup.. ada ka patutt!!!

Kambing-kambing Abang Jenal sedang menunjukkan aksi ngeri kepada Abang Jenal dengan meniti palang kandang sambil menutup mata..